This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website.
Address
Lubuk Linggau - Sumatera Selatan
Email
inagrafis.my.id@gmail.com
Phone
0822-7307-9834
Mengenal Ukuran Kertas Seri B: Dari B0 hingga B8 dan Kegunaannya
Home » Artikel  »  Mengenal Ukuran Kertas Seri B: Dari B0 hingga B8 dan Kegunaannya
Ketika berbicara tentang ukuran kertas, kebanyakan orang lebih familiar dengan Seri A, terutama A4 yang banyak digunakan untuk dokumen sehari-hari. Namun, dalam dunia desain grafis dan percetakan, ada pula ukuran kertas Seri B yang menawarkan pilihan dimensi berbeda dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan cetak.

Ketika berbicara tentang ukuran kertas, kebanyakan orang lebih familiar dengan Seri A, terutama A4 yang banyak digunakan untuk dokumen sehari-hari. Namun, dalam dunia desain grafis dan percetakan, ada pula ukuran kertas Seri B yang menawarkan pilihan dimensi berbeda dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan cetak.

Seri B merupakan bagian dari sistem ukuran kertas internasional yang diatur dalam ISO 216. Standar ini menentukan ukuran kertas jadi atau trimmed sizes untuk Seri A dan Seri B, terutama untuk penggunaan administratif, komersial, teknis, serta beberapa jenis materi cetak. ISO 216:2007 masih menjadi edisi standar yang dipublikasikan saat ini.


Apa Itu Ukuran Kertas Seri B?

Sistem ukuran kertas ISO menggunakan perbandingan sisi 1 : √2 atau sekitar 1 : 1,414. Keunggulan perbandingan ini adalah proporsi kertas tetap sama ketika lembarannya dibagi menjadi dua pada sisi terpanjangnya. Prinsip tersebut digunakan pada Seri A maupun Seri B.

Seri B dibuat untuk menyediakan ukuran tambahan ketika ukuran Seri A kurang sesuai dengan kebutuhan tertentu. Secara matematis, ukuran Bn merupakan rata-rata geometris antara An dan ukuran A satu tingkat lebih besar, yaitu A(nβˆ’1). Sebagai contoh, B1 berada di antara A1 dan A0. Begitu pula B4 yang berukuran lebih besar daripada A4 tetapi lebih kecil daripada A3.

Itulah sebabnya Seri B dapat menjadi alternatif ketika sebuah desain membutuhkan bidang yang sedikit lebih luas daripada ukuran Seri A dengan nomor yang sama.


Daftar Ukuran Kertas Seri B

Berikut ukuran Seri B dari B0 hingga B8 berdasarkan sistem ISO 216:

Ukuran

Lebar Γ— Tinggi

B0

1000 Γ— 1414 mm

B1

707 Γ— 1000 mm

B2

500 Γ— 707 mm

B3

353 Γ— 500 mm

B4

250 Γ— 353 mm

B5

176 Γ— 250 mm

B6

125 Γ— 176 mm

B7

88 Γ— 125 mm

B8

62 Γ— 88 mm

Seri tersebut sebenarnya masih berlanjut hingga B10 dalam tabel ukuran ISO yang umum digunakan, tetapi B0 hingga B8 sudah mencakup rentang yang cukup luas untuk memahami perbedaan skalanya.


B0 (1000 Γ— 1414 mm)

B0 merupakan ukuran paling besar dalam Seri B standar yang umum dikenal. Dengan dimensi 1000 Γ— 1414 mm, luas bidangnya sangat besar sehingga memberikan ruang visual yang luas.

Dalam praktik percetakan, ukuran besar dalam Seri B dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti materi display, informasi berukuran besar, atau aplikasi grafis yang membutuhkan jarak pandang lebih jauh.

Perlu diperhatikan bahwa ISO 216 sendiri tidak menentukan bahwa B0 harus digunakan untuk jenis produk tertentu. ISO menetapkan dimensinya, sedangkan pilihan penggunaannya bergantung pada kebutuhan desain, proses produksi, serta kemampuan mesin cetak. ISO bahkan menyebut bahwa standar tersebut tidak selalu berlaku untuk produk khusus seperti poster dan buku yang mungkin memiliki standar tersendiri.


B1 (707 Γ— 1000 mm)

Ukuran B1 adalah 707 Γ— 1000 mm. Ukurannya masih tergolong sangat besar, tetapi lebih ringkas dibandingkan B0.

Dalam dunia desain dan percetakan, B1 dapat digunakan sebagai alternatif untuk materi visual berukuran besar seperti display informasi atau materi promosi ketika ukuran A-series tertentu terasa kurang sesuai.


B2 (500 Γ— 707 mm)

B2 memiliki ukuran 500 Γ— 707 mm.

Ukuran ini cukup luas untuk menampilkan informasi, foto, ilustrasi, maupun elemen tipografi dengan hierarki yang jelas. Referensi industri percetakan mencatat bahwa ukuran Seri B memang kerap dijumpai dalam aplikasi poster, walaupun penggunaannya bukan ketentuan wajib dari ISO.

Dalam praktiknya, B2 dapat dipertimbangkan untuk:

  • poster dan materi informasi,

  • display promosi,

  • visual presentasi,

  • materi cetak berukuran besar.


B3 (353 Γ— 500 mm)

Ukuran B3 adalah 353 Γ— 500 mm.

Dimensinya berada di antara A3 dan A2, sehingga memberi area yang lebih luas dibandingkan A3 tanpa sebesar A2. Karena itu, B3 dapat digunakan sebagai alternatif untuk berbagai materi visual seperti poster medium, menu besar, kalender, materi informasi, atau display.

Sekali lagi, fungsi-fungsi tersebut merupakan contoh penggunaan praktis, bukan fungsi khusus yang ditetapkan ISO 216.


B4 (250 Γ— 353 mm)

B4 berukuran 250 Γ— 353 mm, sedangkan A4 berukuran 210 Γ— 297 mm. Artinya, B4 memang lebih besar daripada A4.

Tambahan ruang tersebut dapat dimanfaatkan ketika desain membutuhkan area yang lebih lega untuk teks, ilustrasi, grafik, atau tabel.

Dalam praktik desain, B4 bisa dipertimbangkan untuk berbagai materi seperti laporan, brosur, formulir, dokumen atau materi presentasi yang membutuhkan ruang lebih besar daripada A4.


B5 (176 Γ— 250 mm)

B5 memiliki ukuran 176 Γ— 250 mm. Ukurannya lebih besar daripada A5 yang berukuran 148 Γ— 210 mm, tetapi tetap cukup ringkas untuk dibawa dan dipegang.

Karakteristik tersebut membuat ukuran sekelas B5 menarik untuk produk yang membutuhkan keseimbangan antara ruang baca dan portabilitas.

B5 dapat dijumpai atau digunakan sebagai acuan untuk berbagai kebutuhan seperti buku, notebook, jurnal, booklet, dan materi cetak sejenis. Referensi teknis mengenai ISO paper sizes juga mencontohkan penggunaan format B5 pada buku.


B6 (125 Γ— 176 mm)

Ukuran B6 adalah 125 Γ— 176 mm.

Karena dimensinya relatif kecil, B6 nyaman untuk materi yang memang dirancang agar ringkas. Dalam praktik desain, ukuran ini bisa menjadi pilihan untuk buku saku, planner, catatan, jurnal kecil, maupun booklet mini.

Pemilihan B6 tentu perlu disesuaikan dengan ukuran huruf, panjang isi, margin, metode penjilidan, dan proses cetaknya.


B7 (88 Γ— 125 mm)

B7 memiliki ukuran 88 Γ— 125 mm.

Dengan dimensinya yang kecil, ruang desain menjadi lebih terbatas. Karena itu, desain berukuran B7 sebaiknya menggunakan informasi yang ringkas dan memiliki hierarki visual yang jelas.

Dalam praktiknya, ukuran sekelas B7 dapat dipertimbangkan untuk kartu kecil, notes, label atau materi informasi mini.


B8 (62 Γ— 88 mm)

B8 berukuran 62 Γ— 88 mm dan merupakan ukuran terkecil yang dibahas dalam artikel ini.

Bidangnya cocok untuk informasi yang sangat singkat. Dalam proses desain, keterbacaan menjadi hal yang penting karena teks yang terlalu banyak dapat membuat hasil cetak sulit dibaca.

B8 dapat digunakan sebagai referensi ukuran untuk kartu mini, label, tiket kecil, atau berbagai media cetak berukuran mungil lainnya.



Mengapa Seri B Menarik untuk Desain dan Percetakan?

Salah satu keunggulan sistem ISO adalah konsistensi proporsinya. Semua format A dan B mempertahankan rasio sekitar 1 : √2, sehingga proses memperbesar atau memperkecil desain menjadi lebih mudah tanpa mengubah proporsi dasarnya.

Seri B juga mengisi celah ukuran yang tidak tersedia pada Seri A. Contohnya:

A4 β€” 210 Γ— 297 mm
B4 β€” 250 Γ— 353 mm
A3 β€” 297 Γ— 420 mm

Dengan demikian, ketika A4 terasa terlalu kecil tetapi A3 terlalu besar, B4 menyediakan ukuran di antaranya. Prinsip yang sama berlaku pada B1, B2, B3, B5, dan ukuran B lainnya.



Seri A, B, dan C: Apa Bedanya?

Ketiganya memang menggunakan sistem proporsi yang berkaitan, tetapi memiliki konsep yang berbeda.

Seri A menjadi seri utama dalam sistem ISO. A0 memiliki luas satu meter persegi, kemudian ukurannya dibagi dua secara bertahap menjadi A1, A2, A3, A4, dan seterusnya.

Seri B menyediakan ukuran perantara antara dua ukuran Seri A yang berurutan. Misalnya, B4 terletak di antara A4 dan A3.

Sementara itu, Seri C dikembangkan terutama sebagai ukuran amplop. Secara matematis, ukuran Cn berada di antara An dan Bn. Contohnya, kertas A4 dapat dimasukkan ke amplop C4.

Jadi, urutannya untuk nomor yang sama sebenarnya adalah:

A4 < C4 < B4

bukan A4 < B4 < C4.



Jangan Tertukar dengan JIS B

Ada satu hal lain yang perlu diperhatikan ketika mencari ukuran Seri B melalui internet atau aplikasi desain.

Selain ISO B, terdapat pula ukuran JIS B yang digunakan dalam standar Jepang. Dimensinya tidak sama.

Sebagai contoh:

ISO B5: 176 Γ— 250 mm
JIS B5: 182 Γ— 257 mm

Karena perbedaannya cukup kecil, keduanya mudah tertukar jika hanya disebut sebagai β€œB5”. Untuk kebutuhan desain atau percetakan, sebaiknya selalu pastikan apakah ukuran yang dimaksud adalah ISO B5 atau JIS B5.



Kesimpulan

Ukuran kertas Seri B menawarkan pilihan yang lebih beragam di antara ukuran-ukuran Seri A. Mulai dari B0 1000 Γ— 1414 mm hingga B8 62 Γ— 88 mm, setiap ukuran dapat dipilih sesuai luas bidang yang dibutuhkan.

Namun, penting untuk membedakan antara ukuran standar dan contoh penggunaan. ISO 216 menetapkan dimensi dan sistem ukuran Seri B, tetapi tidak menentukan bahwa setiap ukuran harus digunakan khusus untuk poster, buku, notebook, tiket, atau produk tertentu. Penggunaannya dapat berbeda menurut kebutuhan desain, mesin cetak, jenis produk, dan praktik industri.

Bagi desainer, memahami ukuran kertas sejak awal akan membantu menentukan layout, margin, ukuran huruf, kualitas gambar, hingga kebutuhan produksi secara lebih tepat.

Simpan panduan ukuran Seri B ini agar tidak perlu bingung lagi saat menentukan ukuran desain untuk kebutuhan cetak.



Referensi

International Organization for Standardization (ISO). ISO 216:2007 β€” Writing paper and certain classes of printed matter β€” Trimmed sizes β€” A and B series, and indication of machine direction. Standar ini merupakan sumber utama untuk definisi Seri A dan B. ISO 216:2007 – International Organization for Standardization

Markus Kuhn, University of Cambridge. International Standard Paper Sizes. Referensi teknis yang menjelaskan prinsip matematika ISO 216, tabel ukuran A–B–C, hubungan antarseri, dan perbedaan ISO B dengan JIS B. International Standard Paper Sizes – University of Cambridge

Prepressure. List of paper sizes. Referensi industri prepress yang mencantumkan dimensi Seri B dan penggunaannya dalam praktik percetakan. Paper Sizes – Prepressure