This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website.
Address
Jl. Perumnas Nikan II, Kel. Air Kuti, Kec. Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, 31628
Email
inagrafis@gmail.com
Phone
082273079834
Makna Nuzulul Qur’an
Home » Artikel  »  Makna Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur’an berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: nuzul yang berarti "turun" dan Al-Qur’an yang berarti "bacaan" atau "wahyu Allah".

Nuzulul Qur’an berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: nuzul yang berarti "turun" dan Al-Qur’an yang berarti "bacaan" atau "wahyu Allah". Secara istilah, Nuzulul Qur’an merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai awal dari pewahyuan Al-Qur’an.

Peristiwa ini menjadi salah satu momen terpenting dalam sejarah Islam, karena menandai awal dari risalah kenabian dan bimbingan Allah kepada umat manusia melalui kitab suci-Nya.

Proses Pewahyuan Al-Qur’an

1. Turunnya Al-Qur’an Secara Berangsur-angsur

Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun, yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Allah berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 106:

"Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya secara bertahap." (QS. Al-Isra’: 106)

Alasan utama Al-Qur’an diturunkan secara bertahap adalah:

  • Memberikan kemudahan bagi Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam.

  • Menyesuaikan dengan berbagai kejadian dan situasi yang terjadi dalam perjalanan dakwah Islam.

  • Sebagai bentuk pendidikan dan bimbingan langsung dari Allah.

2. Wahyu Pertama yang Diturunkan

Wahyu pertama yang diturunkan adalah lima ayat pertama dari Surah Al-'Alaq:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5)

Peristiwa ini terjadi di Gua Hira saat Nabi Muhammad ﷺ sedang bertafakur. Malaikat Jibril datang dan memerintahkan beliau untuk membaca. Karena Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), beliau merasa ketakutan dan menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Jibril kemudian memeluk beliau dan mengulangi perintah tersebut hingga tiga kali.

3. Turunnya Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh ke Langit Dunia

Sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, Al-Qur’an telah tertulis di Lauh Mahfuzh (QS. Al-Buruj: 21-22). Kemudian, pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia secara sekaligus. Setelah itu, wahyu disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar)." (QS. Al-Qadar: 1)

4. Pewahyuan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ

Pewahyuan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ dilakukan melalui beberapa cara:

  • Melalui Malaikat Jibril: Wahyu diturunkan dengan perantara Malaikat Jibril, seperti saat wahyu pertama diturunkan.

  • Melalui suara lonceng: Nabi Muhammad ﷺ merasakan suara seperti lonceng yang sangat kuat di telinga beliau, lalu wahyu turun.

  • Melalui mimpi yang nyata: Sebelum menjadi nabi, beliau sering bermimpi tentang wahyu yang kemudian benar-benar terjadi di dunia nyata.

  • Melalui komunikasi langsung dengan Allah: Seperti saat Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad ﷺ menerima perintah shalat langsung dari Allah tanpa perantara.

Peristiwa Penting Terkait Nuzulul Qur’an

  1. Malam Lailatul Qadar Malam ini adalah malam diturunkannya Al-Qur’an ke langit dunia. Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qadar ayat 3:
    "Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan."

  2. Proses Kodifikasi Al-Qur’an Setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat, wahyu tidak lagi turun. Pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq, Al-Qur’an mulai dikumpulkan dalam satu mushaf. Kemudian, pada masa Utsman bin Affan, mushaf Al-Qur’an disebarluaskan ke berbagai wilayah Islam.

Kesimpulan

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Wahyu pertama turun di Gua Hira kepada Nabi Muhammad ﷺ dan berlanjut secara bertahap selama 23 tahun. Turunnya Al-Qur’an memiliki banyak hikmah, termasuk sebagai petunjuk bagi manusia dan sumber hukum dalam Islam. Oleh karena itu, memahami sejarah dan maknanya adalah bagian penting dalam memperkuat keimanan kita.

Referensi

  1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

  2. Tafsir Ibnu Katsir.

  3. As-Suyuthi, Al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an.

  4. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari.