This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website.
Address
Jl. Perumnas Nikan II, Kel. Air Kuti, Kec. Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, 31628
Email
inagrafis@gmail.com
Phone
082273079834
9 Sunnah Hari Raya Idul Fitri yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya!
Home » Artikel  »  9 Sunnah Hari Raya Idul Fitri yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya!
Zakat fitrah adalah zakat wajib yang dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Pada hari kemenangan ini, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Mengamalkan sunnah-sunnah ini akan menambah keberkahan dalam merayakan Idul Fitri.

1. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id

Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Hal ini berdasarkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Umar:

"Ibnu Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat."
(HR. Malik, al-Muwaththa' no. 428)

Mandi sunnah ini dilakukan sebelum berangkat ke tempat shalat agar tubuh bersih dan segar dalam menyambut hari kemenangan.

2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik

Disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik dan menggunakan wewangian pada hari raya. Dari Jabir bin Abdullah:

"Rasulullah SAW memiliki jubah khusus yang beliau kenakan pada Hari Raya dan hari Jumat."
(HR. Ibnu Khuzaimah no. 1765)

Laki-laki dianjurkan memakai pakaian terbaik dan parfum, sedangkan perempuan dianjurkan berhias dengan sederhana tanpa tabarruj (berlebihan).

3. Makan Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri

Sebelum shalat Idul Fitri, disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, biasanya dengan kurma dalam jumlah ganjil. Dari Anas bin Malik:

"Rasulullah SAW tidak berangkat shalat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma."
(HR. Bukhari no. 953)

Ini menunjukkan bahwa hari Idul Fitri adalah hari berbuka, bukan hari puasa.

4. Memperbanyak Takbir Sejak Malam Idul Fitri

Disunnahkan untuk bertakbir mulai dari malam Idul Fitri hingga sebelum shalat Id dimulai. Allah SWT berfirman:

"...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
(QS. Al-Baqarah: 185)

Bacaan takbir yang dianjurkan adalah:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

5. Shalat Idul Fitri di Tanah Lapang

Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Rasulullah SAW selalu mengerjakan shalat Id di tanah lapang kecuali jika ada uzur. Dari Abu Sa’id Al-Khudri:

"Rasulullah SAW keluar menuju tanah lapang pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat Id."
(HR. Bukhari no. 956)

6. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat

Disunnahkan berjalan kaki ke tempat shalat Id jika memungkinkan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib:

"Termasuk sunnah, seseorang keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan kaki dan makan sesuatu sebelum berangkat."
(HR. Tirmidzi no. 530, hasan)

Namun, bagi yang memiliki uzur atau jarak yang jauh, boleh menggunakan kendaraan.

7. Menempuh Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang

Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat shalat Id. Dari Jabir bin Abdullah:

"Rasulullah SAW jika keluar untuk shalat Id, beliau melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang."
(HR. Bukhari no. 986)

Hal ini dilakukan untuk menyebarkan salam kepada lebih banyak orang dan mendapatkan lebih banyak keberkahan.

8. Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah

Dianjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan dzikir. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati manusia."
(HR. Ibnu Majah no. 1782, hasan)

9. Saling Mengunjungi dan Menyambung Silaturahmi

Idul Fitri adalah momen untuk saling bermaafan dan mempererat silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari..."
(HR. Bukhari no. 6077, Muslim no. 2560)

Karena itu, dianjurkan untuk saling meminta maaf dan mempererat hubungan keluarga serta persaudaraan.

Kesimpulan

Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengamalkan sunnah Rasulullah SAW. Dengan melakukan sunnah-sunnah ini, kita dapat menyempurnakan ibadah dan mendapatkan keberkahan yang lebih besar.

Semoga kita bisa mengamalkan sunnah-sunnah ini dengan istiqamah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin!