Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Pada hari kemenangan ini, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Mengamalkan sunnah-sunnah ini akan menambah keberkahan dalam merayakan Idul Fitri.
1. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id
Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Hal ini berdasarkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Umar:
"Ibnu Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat."
(HR. Malik, al-Muwaththa' no. 428)
Mandi sunnah ini dilakukan sebelum berangkat ke tempat shalat agar tubuh bersih dan segar dalam menyambut hari kemenangan.
(HR. Malik, al-Muwaththa' no. 428)
2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik dan menggunakan wewangian pada hari raya. Dari Jabir bin Abdullah:
"Rasulullah SAW memiliki jubah khusus yang beliau kenakan pada Hari Raya dan hari Jumat."
(HR. Ibnu Khuzaimah no. 1765)
Laki-laki dianjurkan memakai pakaian terbaik dan parfum, sedangkan perempuan dianjurkan berhias dengan sederhana tanpa tabarruj (berlebihan).
(HR. Ibnu Khuzaimah no. 1765)
3. Makan Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri
Sebelum shalat Idul Fitri, disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, biasanya dengan kurma dalam jumlah ganjil. Dari Anas bin Malik:
"Rasulullah SAW tidak berangkat shalat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma."
(HR. Bukhari no. 953)
Ini menunjukkan bahwa hari Idul Fitri adalah hari berbuka, bukan hari puasa.
(HR. Bukhari no. 953)
4. Memperbanyak Takbir Sejak Malam Idul Fitri
Disunnahkan untuk bertakbir mulai dari malam Idul Fitri hingga sebelum shalat Id dimulai. Allah SWT berfirman:
"...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
(QS. Al-Baqarah: 185)
Bacaan takbir yang dianjurkan adalah:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
(QS. Al-Baqarah: 185)
5. Shalat Idul Fitri di Tanah Lapang
Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Rasulullah SAW selalu mengerjakan shalat Id di tanah lapang kecuali jika ada uzur. Dari Abu Sa’id Al-Khudri:
"Rasulullah SAW keluar menuju tanah lapang pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat Id."
(HR. Bukhari no. 956)
(HR. Bukhari no. 956)
6. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat
Disunnahkan berjalan kaki ke tempat shalat Id jika memungkinkan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib:
"Termasuk sunnah, seseorang keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan kaki dan makan sesuatu sebelum berangkat."
(HR. Tirmidzi no. 530, hasan)
Namun, bagi yang memiliki uzur atau jarak yang jauh, boleh menggunakan kendaraan.
(HR. Tirmidzi no. 530, hasan)
7. Menempuh Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat shalat Id. Dari Jabir bin Abdullah:
"Rasulullah SAW jika keluar untuk shalat Id, beliau melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang."
(HR. Bukhari no. 986)
Hal ini dilakukan untuk menyebarkan salam kepada lebih banyak orang dan mendapatkan lebih banyak keberkahan.
(HR. Bukhari no. 986)
8. Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah
Dianjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan dzikir. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati manusia."
(HR. Ibnu Majah no. 1782, hasan)
(HR. Ibnu Majah no. 1782, hasan)
9. Saling Mengunjungi dan Menyambung Silaturahmi
Idul Fitri adalah momen untuk saling bermaafan dan mempererat silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari..."
(HR. Bukhari no. 6077, Muslim no. 2560)
Karena itu, dianjurkan untuk saling meminta maaf dan mempererat hubungan keluarga serta persaudaraan.
(HR. Bukhari no. 6077, Muslim no. 2560)